Jumat, 26 Agustus 2011

‘Star Wars’ Gets New Tweaks for Blu-ray Release

'Star Wars: The Complete Saga'
'Star Wars: The Complete Saga'
George Lucas has been making changes to "Star Wars" for nearly as long as it's been in existence.  When the original film was re-released in 1981, the opening text was revised to include "Episode IV: A New Hope" as a subtitle.  And he's continued to update the picture and sound in new versions of the movies, from 1997's "Special Editions" to the DVD release in 2004. So it shouldn't come as a surprise that when Lucas prepped both the original trilogy and the prequels for their debut on Blu-ray, he'd make some more adjustments to the films.  And while fans have been upset about some of the changes made in earlier revisions -- most notoriously making Greedo shoot at Han Solo first -- the new editions actually address some things true "Star Wars" geeks have complained about for years.
Watch the trailer for 'Star Wars' on Blu-ray >>
One fix in the new Blu-ray is a quick but embarrassing mistake in "The Empire Strikes Back."  In a scene early in the movie, Luke Skywalker is out patrolling on the ice planet Hoth when he's attacked by a giant monster called a Wampa.  In one shot, the monster's arm sweeps in and hits Luke, but the puppeteer working the arm pushed it too far into frame.  The fake arm was attached to a pole which managed to sneak into the picture, and it's been visible in the movie for 30 years.  Digital effects artists at ILM extended the Wampa's arm, and on the Blu-ray the pole is no longer visible.
The Empire Strikes Back
The original shot (Top) and the corrected frame (Bottom)
The Blu-rays also correct some issues from when the movies were converted to DVD.  Fans were upset at the time that colors and brightness on the lightsabers were duller than they were in the theatrical releases.  On Blu-ray, the saber blades have been restored to their vibrant colors with bright, white-hot cores, like in this shot from "Return of the Jedi."
Return of the Jedi
Lightsabers before (top) and after (bottom)
Probably the most visible change in the Blu-rays is actually in one of the newer films.  When "Episode I: The Phantom Menace" hit theaters in 1999, many fans complained about Yoda's physical appearance.  A new puppet was created for the film with the intention of making Yoda look younger than he did in the original trilogy.  But fans complained that the new Yoda just didn't look right, and apparently George Lucas agreed.  In the following two prequels, Yoda was entirely a digital creation that more closely resembled the original character.  And in the Blu-ray, the puppet in "Episode I" has been removed completely and replaced by a computer-generated Jedi.  Here's a side-by-side comparison of the two.

In addition to the changes to the films, "Star Wars: The Complete Saga" is stuffed with extras for fanatics.  There are two discs of archives featuring deleted and alternate scenes, concept art, and prop close-ups.  Plus, there is an additional disc of documentaries showcasing the making of the films, the global network of fans, and spoofs of the saga from other shows and movies.  All told, the set has over forty hours of bonus materials.
"Star Wars: The Complete Saga" hits shelves on September 16.

Rabu, 24 Agustus 2011

Mengapa Jari Menjadi Keriput Saat Basah?

Jari-jari yang berubah menjadi keriput ketika basah bisa jadi merupakan sebentuk adaptasi agar kita bisa menggenggam lebih kuat dalam kondisi basah. Hipotesis tersebut disampaikan Mark Changizi, ahli neurobiologi evolusioner di 2AI Labs, di Boise, Idaho, Amerika Serikat.

Hasil studi Changizi bersama koleganya yang dipublikasikan dalam jurnal Brain, Behavior, and Evolution itu bertentangan dengan anggapan umum bahwa jari menjadi keriput karena menyerap air.

Menurut Changizi, keriput pada jari yang basah berfungsi seperti alur pada ban. Keriput membentuk kanal sebagai tempat mengalirnya air ketika kita menekan ujung jari pada permukaan yang basah. Inilah yang menyebabkan cengkeraman jari-jari pada permukaan yang basah menjadi lebih kuat.


Changizi bersama timnya mempelajari 28 foto jari-jari yang keriput karena air. Tim dalam pengamatan menemukan kesamaan pola berupa kanal panjang tak bertalian yang merupakan percabangan dari titik di atas jari.


Saat kita menekankan jari, tekanan terjadi dari ujung jari ke belakang. Berbeda dengan bagian samping jari tempat air dapat mengalir dengan mudah, bagian datar pada jari mirip dataran tinggi yang merupakan tempat air bisa menggenang.


Keriput terbentuk pada dataran ini karena, "Di situlah kanal terbentuk untuk mengalirkan air," ucap Changizi. Ia akan menguji hipotesisnya tersebut untuk melihat apakah orang yang jari-jarinya keriput dapat menggenggam lebih baik dalam kondisi basah.

Minggu, 15 Mei 2011

Ingin Bebas Kanker Sering Minum Kopi?

INILAH.COM, Jakarta - Sebuah penelitian baru menunjukkan, mengonsumsi lima cangkir kopi sehari dapat melindungi Anda dari serangan agresif kanker payudara. Benarkah?

Seperti diketahui, kanker payudara tidak bereaksi terhadap berbagai obat, karenanya kemoterapi sering kali menjadi satu-satunya pilihan. Kemoterapi ditakuti lantaran wanita tidak ingin penampilannya berubah buruk, misalnya risiko rambut rontok.

Para peneliti menyebutkan, mereka yang secara teratur menikmati minuman panas jauh lebih kecil kemungkinannya terkena estrogen reseptor kanker payudara negatif, terutama jika mereka minum lima cangkir atau lebih kopi dalam sehari.

Dalam studi itu, para ahli dari Institut Karolinska di Stockholm menemukan peminum kopi memiliki insiden lebih rendah dari kanker payudara dibandingkan perempuan yang jarang minum minuman. Mereka menganalisis data dari hampir 6.000 wanita yang melewati menopause.

Para wanita yang minum lima cangkir atau lebih sehari memiliki tingkat penurunan risiko kanker payudara 57% dibandingkan dengan mereka yang minum kurang dari satu cangkir sehari.

Berdasarkan laporan dalam jurnal Breast Cancer Research, para ilmuwan menyimpulkan bahwa tingginya tingkat asupan kopi per hari  sangat terkait dengan penurunan signifikan secara statistik pada kanker payudara estrogen-reseptor negatif di kalangan perempuan pasca menopause.

Seperti dilansir Dailymail, para penulis juga menemukan sedikit penurunan risiko pada semua jenis kanker payudara. Walaupun kaitan ini tidak cukup signifikan dengan mempertimbangkan sejumlah faktor lain seperti usia dan berat badan yang harus turut diperhitungkan.
Para peneliti menduga kopi mengandung senyawa yang memengaruhi berbagai jenis kanker payudara dengan cara berbeda. Hal ini cocok dengan temuan bahwa minum kopi dapat mengurangi risiko kanker payudara secara keseluruhan, meskipun para ahli mengatakan studi lebih lanjut tetap diperlukan. [mor]

Jumat, 17 Desember 2010

Kegiatan Persiapan Ujian Semester

  
1.) kalau wkt hri biasa nya,, cmwa anak senang dgn brbagai kgiatan masing-masing........
yaa...sperti kami ne laahh... yg lewatin hari dgn canda tawa.....



 2.) Foto d.atas di ambil sblum ujian...  Ecek" nya kami lagi mlihat masa depan....."Thinking of Future"
hhaaa.. da da jja....  tapi it's okay laahh.....



3.) mnuntut ilmu adlah hal yg plg utama dlam hdup ne....
brsama tman" mnunutut ilmu d nicholas college...hhee...pnglman yg ckup seru....
dgn brbagai tipe guru...pzty yg favorit adlah gru mtk nya...kmi pggil dy Bpak  Borjong..
hhhaaa...knpa?? yaa krna dy srg jja sbut kta" it....
hhheeee......(viizz pak)

 4.) smpai d sela" kgiatan les privat kmi nymptin diri bwat main" d tmpt brmain anak...
sbnar ny d.lrang...tpi kmi cmwa ngmbil ksmptan dlam ksmpita...hhhaaaa..jdi ingt masa kcil dlu..
yg prnting seru"an.....gila"an bareng tman"......



AND THE LAST.....

ne crita ttg 3 sekawan..hhaa...it ceh nma smntara jja..hhaaa..
bljar brsama demi ujian d esok hari.....sling bantu m.bntu s.sma yg lain nya......
gak bleh egois ..... it laaah prinsip kami........
tPi hsil kmi bljar mpe jam 10 lwat tu gak sia"......MISSION COMPLETE.
bgtu bunyi nyaa...wkwkkwkwk





Rabu, 20 Oktober 2010

Journey to Tangga Saratus

Pada hari Rabu, 20-10-2010 siswa/i Kelas XI-IPA 2 SMA Negeri 1 Sibolga mengadakan kegiatan di luar sekolah sewaktu les pelajaran Olahraga. Kami didampingi langsung oleh Bapak Prestasi Pandiangan, akrab disapa Pak Pres. Di dalam perjalanan kami sangat senang dan menyempatkan berfoto-foto. Jarang-jarang kami bisa begini karena disibukkan oleh tugas sekolah yang setiap harinya gak pernah absen.
Kami sangat menikmati perjalanan kami dengan diwarnai canda tawa. Setiap apa saja yang dilihat pasti menjadi bahan leluconan. Apalagi saat melihat bertebarannya bungkus kondom di atas bukit depan Aido. Karena keasyikan mengamati dan mencari setiap bungkus kondom yang ada, kami pun menamai kami sebagai GPK (Gerakan Pencari Kondom). hahahahhaaa......Ada-ada saja. Sesampainya di bawah kami pun membeli minum dan langsung kembali ke sekolah dengan berjalan kaki.




This is 4 us..!!!